Sanjung Sari: Mengenalkan Indonesia Melalui Cendera Mata Sancraft

115

Tahun 2010, Sanjung Sari melaksanakan kuliah kerja lapangannya sebagai mahasiswa semester akhir Jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Jakarta di Yogyakarta. Saat itu, Sanjung melihat seniman-seniman di Jalan Malioboro melukis di atas tote bag. Sanjung pun terinspirasi dan berniat membuat karya serupa sepulang dari Yogya.

Baca juga: Rahasia Tanya Larasati jadi Mompreneur Sukses 

Sekembalinya ke Jakarta, Sanjung mewujudkan ide itu dengan meminta bantuan ibunya. Sang ibu yang penjahit diminta membuatkan tote bag dari bahan belacu. Sanjung kemudian menghias tas tersebut dengan ilustrasinya. Ternyata, teman-teman kuliah Sanjung memuji tas kreasinya dan memesan tas kain polos dari Sanjung. Teman-temannya tidak memesan tas yang berhiaskan ilustrasi Sanjung karena mereka akan melukis sendiri di atas tas itu.

Meski demikian, respon teman-teman kuliahnya itu membuat Sanjung optimis tas kain dengan lukisan kreasinya bisa laku dijual. Dengan modal Rp500 ribu, Sanjung pun mulai berjualan tas kain jahitan sang ibu dengan desain ilustrasinya lewat akun Facebook pribadi.

“Awalnya enggak mikirin untung rugi, yang penting bisa berkarya dan diapresiasi,” tutur Sanjung pada Female Radio.

Mengangkat tema Indonesia

Setelah lulus kuliah, Sanjung masih menjalankan bisnis sambil bekerja sebagai guru seni anak-anak di sebuah sekolah. Tahun 2012, Sanjung memberi nama Sancraft sebagai brand pernak pernik kreasinya. Ciri khas desain Sanjung adalah ilustrasi budaya Indonesia dengan gambar-gambar yang ceria. Ikon-ikon yang diangkat bukan hanya dari budaya tradisional Indonesia, melainkan juga hal-hal yang “Indonesia banget” seperti bajaj dan metromini.

“Saya ingin mengenalkan tema Indonesia dengan lebih fun,” kata Sanjung dalam wawancara dengan Female Radio.

Selain tote bag, Sancraft juga menyediakan notebook, gantungan kunci, scarf, kartu ucapan, sarung bantal, stiker, pouch, sampai plushie (bantal kecil). Harga produknya berkisar antara Rp12.000 – Rp325.000. Dengan keunikan desainnya, Sancraft makin dikenal masyarakat. Selain dijual melalui media sosial, Sancraft mulai tersedia di beberapa toko suvenir. Akhirnya setelah melihat potensi bisnis Sancraft, Sanjung memantapkan diri berhenti dari pekerjaannya dan fokus mengembangkan Sancraft.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

    Berusaha, berdoa, bersabar

    Diakui Sanjung, dia mempelajari seluk beluk bisnis sambil terjun langsung mengurusi operasional usahanya alias learning by doing. Misalnya, saat Alun Alun Indonesia meminta Sancraft menyuplai cendera mata di galeri mereka, Sanjung juga banyak memperoleh masukan mengenai produk dan lain-lain.

    Seperti layaknya pelaku wirausaha lainnya, Sanjung pun pernah mengalami masa pasang surut dalam menjalankan usaha. Misalnya saja, di awal membangun Sancraft dia sempat ditentang oleh ibunya sendiri. Ibunya lebih menyukai Sanjung bekerja kantoran menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

    “Karena dibilangnya cewek kalau jadi PNS pulangnya enggak sampai malam, jam 3-4 sore sudah bisa pulang dari tempat kerja,” kata Sanjung dalam wawancara dengan channel YouTube Moselo. 

    Dalam menghadapi aral melintang menjalankan bisnisnya, Sanjung mempunyai motto yang dia pegang teguh, yakni Berusaha, Berdoa, dan Bersabar.

    “Kalau kita sudah berusaha maksimal, kita serahkan dalam doa, dan tinggal bersabar menunggu hasilnya sehingga itu jadi positif,” tukas Sanjung pada Female Radio.

    Keteguhan Sanjung pun akhirnya menghasilkan pengakuan dan restu dari orang tua.

    “Alhamdulillah sekarang orang tua sudah mendukung karena dilihat sudah menghasilkan. Mereka juga melihat aku fokus dan enggak sekadar main-main,” ujar Sanjung pada Moselo. 

    Baca juga: Tiara Adikusumah dari Karyawan jadi Pemilik Perusahaan Kecantikan

    Mengikuti passion dan jujur

    Selain di Alun Alun Indonesia, Sancraft juga tersedia di beberapa toko cendera mata seperti Dialogue, 2Madison, Matalokal, Asamula Bali, dan Ku Ka Bali. Untuk penjualan secara online, di samping melalui Instagram resmi Sancraft, Sanjung juga bekerja sama dengan beberapa toko cendera mata online seperti Tandamata serta marketplace seperti Moselo dan BliBli.

    Kini Sancraft telah dapat membukukan rata-rata omzet puluhan juta rupiah per bulannya. Akan tetapi Sanjung bermimpi dapat membawa Sancraft ke level yang lebih tinggi. Dia bercita-cita dapat mengenalkan Indonesia ke seluruh dunia melalui Sancraft. Perlahan-lahan harapannya itu mulai terwujud. Dalam beberapa kesempatan, produk Sancraft telah dikenalkan di luar negeri melalui ajang pameran produk Indonesia seperti di Azerbaijan dan Jepang.

    Baca juga: Resep Sukses Bisnis PVRA

    Sanjung pun optimis akan bisa meraih mimpinya itu selama menjalankan bisnis mengikuti passion dengan sepenuh hati dan mengutamakan kejujuran.

     

    Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu