Tiara Adikusumah, dari Karyawan Kini Jadi Pemilik Perusahaan Kecantikan

88

Pernah dengar produk kosmetik dengan merek Polka BeautyPolka adalah produk kosmetik lipstik kekinian asal lokal namun rasa “luar” terutama dengan kemasannya yang glamour. Nah, salah satu pendiri Polka Beauty adalah Tiara Pradita Adikusumah. Lewat tangan dingin Tiara dan teman-temannya Polka Beauty saat ini sudah menembus pasar internasional, menyasar perempuan usia 19-35 tahun!

Baca juga: Resep Kara Nugroho Kembangkan ‘PVRA’

Menariknya lagi, Tiara tidak pernah bermimpi menjadi pengusaha dan bukan lulusan sekolah kecantikan, melainkan jebolan desain grafis! ­Untungnya dia pernah menjadi karyawan di sebuah perusahaan produk kecantikan, sehingga pengalaman itu sangat membantunya. 

Bermodal nekad dan juga modal patungan dengan tiga kerabatnya yaitu Desty Uwais, Fitri Reksoprodjo, dan Astrid Rahma Novali akhirnya Polka Cosmetic berdiri di tahun 2015.

Produk andalan Polka yang pertama kali diluncurkan adalah lipstik. Tiara memilih nama Polka untuk brand produknya agar mudah dibaca semua orang, tidak terkecuali di luar Indonesia. Dia berharap dengan nama yang “friendly” dan “catchy” di lidah banyak orang, produk akan lebih mudah menembus pasar ekspor. Nama Polka sendiri diambil dari nama tarian folk dance di Eropa Timur.

“Nama Polka itu seperti menggambarkan tarian yang memiliki spirit yang menyenangkan dan dilambangkan oleh bulu merak,” kata Tiara saat pada media Youngster.id beberapa waktu yang lalu. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menambahkan kalau Polka memiliki filosopi yaitu menonjolkan identitas yang penuh semangat, optimistis, dinamis dan ceria. 

Kerja Keras diawal

Menciptakan produk lipstik tidak sama seperti membuat Candi yang bisa dilakukan semalam oleh Bandung Bondowoso. Tiara cs harus bekerja ekstra keras dan memulai semua dari nol Mereka harus mencari bahan terbaik untuk membuat varian lipstik, berikut pabrik yang bisa memenuhi semua kriteria yang diterapkan.

Dia mengaku butuh waktu enam bulan untuk mendapatkan formula lipstik berikut variannya.Mereka juga mendatangi pabrik lipstik satu persatu dan bahkan sempat “terbang” ke Korea Selatan untuk mencari kemasan yang paling cocok.

Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu

    Belum lagi usaha untuk mendapatkan sertifikat halal dari MUI dan izin dari Badan Pengawas Obat dan Minuman (BPOM). “Semua dilakukan dari nol,” kenang Tiara.

    Strategi Marketing yang Kuat

    Polka dibidani dengan modal patungan Rp 200 juta dan harap-harap cemas. Bukan apa-apa, persaingan di dunia kosmetik memang sangat ketat. Tiara dan ketiga partner bisnisnya sempat khawatir produk mereka tidak diterima pasar. Kenyataannya, begitu diluncurkan ke pasaran sebanyak 8.000 buah lipstik laris manis dalam waktu tiga bulan. Padahal, jumlah itu ditargetkan bisa ludes dalam waktu satu tahun. 

    “Ternyata, hasilnya mengejutkan dan membuat kami jadi lebih semangat,” kata Tiara pada media ekonomi Kontan. Dia mengakui teknologi digital menjadi instrumen kesuksesan Polka mengepakkan sayap, terutama dalam hal marketing. Dengan internet semuanya tidak memiliki batas.

    “Begitu produk pertama diluncurkan, dalam waktu 3 bulan sudah habis lewat online dan antusias netizen di dunia digital tinggi sekali,” ujar  dia. Strategi pemasaran online itu dilakukan dengan menggaet 100 influencer, beauty blogger, dan artis. Sehingga jangan heran, upaya tersebut berhasil membuat produknya laris manis di pasaran.

    Baca juga: Andromeda Sindoro, Pengusaha Es Krim Lokal yang Go Internasional

    Ciptakan beauty preuner “agents”

    Semula Polka menggunakan reseller untuk menjual produknya. Namun belakangan Tiara mengaku kepayahan mengawasi para reseller. Belum lagi permintaan akan produk juga banyak untuk dipenuhi.

    Dari situlah Polka menginovasi model marketing baru yaitu memakai konsep Beauty preuner Agents“Agen beauty preneur ini adalah representasi dari brand dan identitas Polka, bukan sekedar alat cari untung,” kata Tiara. Untuk menjadi  beauty preneur ada persyaratan yang harus dipenuhi yaitu tidak boleh ada dalam satu wilayah dan memiliki komitmen untuk turut membangun dan mengembangkan Polka Beauty.

    Konsep ini ternyata cukup ampuh. Karena selain bisa mendongkrak penjualan lewat para “agen”, Polka juga ikut memberdayakan para perempuan yang senang berjualan online.

    Dengan para agen, Polka menerapkan sistem bagi hasil yaitu 40 persen untuk para agen. Hingga saat ini, Polka memiliki agen beauty preneur yang tersebar diberbagai kawasan,  termasuk Jakarta, Bogor, Bali, Semarang dan Makassar.

    Sementara untuk luar negeri,  Polka juga memiliki agen di Malaysia , Amerika dan Australia. Bahkan rencananya juga akan di India dalam waktu dekat. Selain mengandalkan agen, produk Polka juga buka lapak di marketplace termasuk di tokopedia, sociolla, JD.id dan Shopee. Dalam sehari, Polka bisa menjual hingga 200 buah lipstik. Bahkan bila harbolnas, jumlah akan menjadi kelipatannya!

    Omzet sudah 2 milyar

    Dengan modal awal Rp 200 juta, kini Polka berkembang cepat. Saat ini omset yang dihasilkan produk kecantikan ini mencapai Rp 2 milyar rupiah. Meskipun sudah menunjukkan hasil yang serius, Tiara cs ternyata bukan tipe yang ngoyo. Mereka justru tidak mau terjerumus aji mumpung dan melebarkan sayap Polka tanpa strategi yang jelas.

    Baca juga: Denica Flesch, dan Ceritanya Mengenai Sukkhacittha

    “Terlalu dini kalau ngomongin ekspansi bisnis ke bidang lain,” katanya sambil menambahkan kalau dia ingin fokus pada pengembangan Polka dan menjaga para beauty preneur.

     

    Jangan ketinggalan tips dan inspirasi bisnis, finansial, serta investasi dari Satu Tumbuh Seribu